News

RSUP Dr. M. Djamil Padang Bangun Sumur Dalam 120 Meter, Targetkan Penuhi 90 Persen Kebutuhan Air

10
×

RSUP Dr. M. Djamil Padang Bangun Sumur Dalam 120 Meter, Targetkan Penuhi 90 Persen Kebutuhan Air

Sebarkan artikel ini
Menteri PU, Dody Hanggodo saat meninjau pengerjaan Pembangunan sumur di RSUP Dr M Djamil Padang, Jumat (30/1).

PopsEra.id—Upaya RSUP Dr. M. Djamil Padang untuk memiliki sumber air mandiri yang tangguh terhadap risiko bencana mulai terealisasi.

Pada Jumat (30/1), rumah sakit rujukan utama di Sumatera Barat tersebut menerima kunjungan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo dan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, sekaligus menandai dimulainya proyek pengeboran sumur dalam (deep well) sedalam 120 meter.

Kunjungan tersebut turut didampingi Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah dan Wali Kota Padang Fadly Amran sebagai wujud sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat layanan kesehatan strategis.

Rombongan disambut oleh Pelaksana Harian (Plh) Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Bestari Jaka Budiman, bersama Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa pemerintah segera mengambil langkah konkret dengan memulai pengerjaan fisik pengeboran sumur dalam tersebut. Proses pengeboran dijadwalkan efektif dimulai pada Sabtu (31/1) dan ditargetkan rampung dalam waktu sekitar sepuluh hari.

“Pengeboran ini merupakan solusi jangka panjang setelah lebih dari dua bulan terakhir Kementerian PU memberikan dukungan darurat berupa suplai air melalui 14 unit mobil tangki setiap hari untuk menjaga keberlangsungan pelayanan medis di RSUP Dr. M. Djamil,” ujar Dody.

Ia menjelaskan, sumur dalam yang dibangun tersebut diproyeksikan mampu menghasilkan debit air hingga 10 liter per detik.

Jika telah beroperasi penuh dan terintegrasi dengan jaringan utama rumah sakit, kapasitas air itu diperkirakan dapat mencukupi sekitar 90 persen kebutuhan air bersih RSUP Dr. M. Djamil Padang.

“Sisa sekitar 10 persen kebutuhan air bersih akan terus kami carikan solusi teknis tambahan agar seluruh kebutuhan rumah sakit ini dapat terpenuhi secara optimal,” tegasnya.

Selain pembangunan sumur dalam, Menteri PU juga merespons positif usulan pengadaan pompa bertenaga surya (solar cell) serta pembangunan reservoar tambahan. Menurutnya, infrastruktur pendukung tersebut akan dikerjakan secara bertahap setelah pengerjaan sumur selesai.

“Prioritas utama saat ini adalah penuntasan pengeboran sumur. Setelah itu, akan dilanjutkan dengan pembangunan reservoar serta instalasi pipa menuju saluran utama rumah sakit,” katanya.

Aspek kualitas air juga menjadi perhatian serius pemerintah. Dody memastikan air yang dihasilkan dari kedalaman 120 meter tersebut akan melalui uji laboratorium untuk memastikan mutunya memenuhi standar air bersih setara PDAM atau bahkan lebih baik.

“Setelah kualitasnya teruji dan memenuhi standar medis, air akan dialirkan ke reservoar dan dipompa ke jaringan utama untuk mendukung layanan vital, seperti ruang operasi dan unit hemodialisa,” jelasnya.

Sementara itu, Plh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Padang, Bestari Jaka Budiman, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan pemerintah pusat serta DPR RI terhadap keberlangsungan layanan rumah sakit.

“Kami sangat bersyukur atas dukungan Bapak Menteri PU dan Bapak Andre Rosiade. Selama ini, suplai 14 tangki air per hari sangat membantu operasional rumah sakit. Namun, dengan dimulainya pengeboran sumur dalam ini, kami merasa jauh lebih tenang,” ujarnya.

Bestari menambahkan, kebutuhan air bersih di RSUP Dr. M. Djamil sangat krusial, terutama untuk unit-unit pelayanan kritis seperti hemodialisa, ruang operasi, serta proses sterilisasi alat-alat medis yang menunjang keselamatan pasien. (*)